Hizib Barqi atau yang sering disebut Hizib
Halilintar merupakan amalan yang dalam tradisi ilmu hikmah dikenal sebagai
doa untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah ketika menghadapi ancaman
atau gangguan. Beberapa sumber menyebut bacaan intinya dikaitkan dengan bait
dalam Jaljalut Sugra, meskipun riwayat dan tata cara pengamalannya
berbeda-beda menurut guru atau sanad yang digunakan.
Bacaan Hizib Barqi
نَرُدُّ بِكَ الأَعْدَاءَ مِنْ كُلِّ وِجْهَةٍ
وَبِالِاسْمِ نَرْمِيهِمْ مِنَ الْبُعْدِ بِالشَّتَاتِ
فَأَنْتَ رَجَائِي يَا إِلَهِي وَسَيِّدِي
فَفَرِّقْ لَمِيمَ الْجَيْشِ إِنْ رَامَ بِي غَلَطْ
Latin:
Naruddu bikal a'dā-a min kulli wijhatin,
wa bil-ismi narmīhim minal-bu'di bisy-syatāt.
Fa anta rajā'ī yā ilāhī wa sayyidī,
fafarriq lamīmal-jaisyِ in rāma bī ghalat.
Artinya : “Dengan pertolongan-Mu kami menolak para musuh
dari segala arah.
Dengan nama-Mu kami melemparkan mereka dari kejauhan sehingga mereka
tercerai-berai.
Engkaulah harapanku, wahai Tuhanku dan junjunganku.
Maka cerai-beraikanlah kumpulan pasukan apabila mereka bermaksud berbuat buruk
terhadapku.”
Dalam beberapa sumber, ejaan/transliterasi dan redaksi
Arabnya terdapat sedikit perbedaan. Karena itu, apabila Anda memperoleh Hizib
Barqi dari guru/kyai dengan sanad tertentu, sebaiknya mengikuti redaksi
yang diberikan oleh guru tersebut.
Syahadat sebelum membaca
Sebagian pengamal menambahkan dua kalimat syahadat sebelum
bacaan inti:
أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadar
Rasūlullāh.
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi
bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Arti secara umum
Makna doa tersebut pada intinya adalah memohon kepada
Allah agar melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat, menjauhkan
gangguan dari segala arah, serta memohon agar Allah menggagalkan niat buruk
pihak yang hendak mencelakai.
Fadhilah yang dinisbatkan dalam tradisi pengamal
Dalam berbagai sumber tradisi hikmah, Hizib Barqi disebut
memiliki beberapa fadhilah, antara lain:
- Memohon
perlindungan dari gangguan dan ancaman.
- Memohon
keselamatan ketika menghadapi orang yang berniat buruk.
- Memohon
agar kejahatan dan gangguan dijauhkan.
- Menumbuhkan
keberanian dan ketenangan hati dalam menghadapi keadaan yang sulit.
- Sebagai
wirid perlindungan, dengan keyakinan bahwa pertolongan dan
perlindungan tetap berasal dari Allah SWT.
Sebagian literatur hikmah juga mengaitkannya dengan
perlindungan dari sihir, santet, tenung, atau gangguan sejenis. Namun, hal-hal
tersebut merupakan fadhilah yang dinisbatkan dalam tradisi pengamalan,
bukan jaminan hasil yang dapat dipastikan secara syariat.
Yang paling penting: Hizib hendaknya diposisikan
sebagai doa dan permohonan kepada Allah, bukan sebagai kekuatan mandiri.
Hindari keyakinan bahwa bacaan tertentu pasti dapat mencelakai atau melumpuhkan
seseorang secara otomatis.

0 comments:
Post a Comment